Bahasa Indonesia

Baru hari ini aku benar-benar membuka raporku setelah berhari-hari aku biarkan tergeletak dalam lemari pakaian. Aku lihat satu persatu nilai semester ini, dan membandingkannya dengan nilai semester kemarin. Ada yang salah, nilai Bahasa Indonesia turun dua angka.

Aku terdiam sejenak, rasanya aku sudah mengerjakan semua tugas dan ulangan Bahasa Indonesia itu dengan baik. Aku tahu bahwa NILAInya memang tidak begitu bagus, tapi aku rasa itu tidak begitu adil melepaskan semuanya ke dalam sebuah NILAI.

Kalau nilai Fisika yang turun mungkin aku bisa mengerti, tapi kalau Bahasa Indonesia? Bahasa yang aku gunakan sehari-hari? Tentunya sangat memalukan bagiku. Padahal di semester ini aku sudah aktif dalam kegiatan belajar mengajar, aku mengerjakan tugas (meskipun aku mengerjakannya di sekolah, tapi tetap saja SUDAH MENGERJAKAN), dan aku harus bisa pasrah nilai raporku ditentukan oleh kumpulan nilai ulangan yang dijumlahkan kemudian dirata-ratakan, lalu dijumlahkan dengan nilai ulangan kenaikan kelas yang kemudian dirata-ratakan lagi.

Padahal mungkin saja aku menjadi satu-satunya murid di kelas yang suka membolak-balikan KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) hanya untuk mengetahui apakah kata yang aku gunakan sudah tepat atau tidak. Dan mungkin juga aku yang selalu berusaha menggunakan Bahasa Indonesia dalam maraknya Alay di situs jejaring sosial.

Bahasa Indonesia selalu berkembang, seperti halnya teknologi. Itu terjadi karena bahasa adalah alat komunikasi yang digunakan masyarakat luas dan akan terus mengalami perubahan sesuai dengan tuntutan zaman. "Apakah Ibu tahu kalau tetikus adalah yang sering kita sebut mouse pada perangkat komputer?"

Aku cukup mengerti kalau kata-kata yang aku pakai dalam contoh kalimat banyak menggunakan bahasa teknologi, tapi itu juga sudah merupakan Bahasa Indonesia, "Dan tidak bijaksana kalau kita menghukum seseorang hanya karena kita tidak tidak lebih tahu dari orang itu."

Aku mungkin tidak begitu pintar dalam menggunakan Bahasa Indonesia yang baku, sehingga harus terus membolak-balikan KBBI itu. Dan mungkin seharusnya aku tidak perlu berusaha?

"Karena apa yang aku lihat sudah melunturkan kepercayaanku akan apa yang tertulis dalam rapor dan disebut NILAI itu."

2 komentar:

  1. baru bagi raport ya.. kalo ane dari zaman smp suka bahasa..apalagi pelajaran sastra, hehehe
    mampir ke blog sastra ane ya..
    wizurai9.blogspot.com

    BalasHapus
  2. mampir untuk baca nih,,,

    BalasHapus