Sleep Paralysis atau Eureup-eureup

Pernah mendengar salah satu dari 2 istilah di atas? atau malah sudah pernah mengalaminya? Sebenarnya apa itu?

Banyak sekali orang yang mencoba menjelaskan tentang fenomena ini (saya akan pakai istilah yang paling keren: eureup-eureup ;), tentunya ada yang mencoba menjelaskan dengan pengalaman sendiri, religi, bahkan sains.

Eureup-eureup menurut pengalaman saya adalah sebuah keadaan saat kita tidur dimana kita merasa ketindihan dan tidak bisa menggerakkan satu pun alat gerak kita (terkadang latar belakangnya adalah tempat dimana kita tidur atau malah gelap gulita). Kemudian tiba-tiba di dekat kita terjadi hal-hal aneh (yang biasanya menakutkan), dan kemudian sunyi. Lalu kita merasa ada seseorang (atau sesuatu?) berada di dekat kita, sesuatu yang menakutkan, sebuah perwujudan dari ketakutan kita. Dan tiba-tiba kita terbangun, begitu saja.

Ternyata, setelah saya membaca dari beberapa sumber seperti di Wikipedia, Sarikata dalam email, dan LogBook Angga, sleep paralysis atau eureup-eureup terjadi ketika kita akan bangun tidur atau saat kesadaran kita kembali setelah tidur tapi tubuh belum siap untuk bangun. Jadi seakan-akan tubuh kita menjadi lumpuh. Dan saat itu, biasanya kita akan berhalusinasi tentang seseorang (atau sesuatu) yang jahat, atau manifestasi dari ketakutan kita.

Dan menurut saya, mengapa hal itu menjadi semakin menakutkan adalah karena biasanya kita berada dalam situasi tersebut dengan 2 keadaan, yaitu saat mata benar-benar terpejam atau saat kita baru bisa mengendalikan mata tapi belum sepenuhnya.

Pada saat mata terpejam, tentunya semua gelap. Dan kita (apalagi saya) yang sering mengandalkan indera penglihatan untuk mendeteksi keadaan sekitar menjadi seperti lumpuh, kita tidak suka dengan keadaan gelap gulita karena itu artinya kita tidak bisa mendeteksi keadaan sekitar. Tapi karena sebenarnya otak kita sadar dan berfungsi, pikiran kita mulai memanipulasi diri kita dan mempengaruhi indera kita yang lainnya. Menurut saya gelap sangat bagus untuk membangun situasi misterius dalam sebuah desain, tapi dalam dunia nyata, gelap juga sangat membantu dalam membuat khayalan-khayalan gelap kita menjadi terasa nyata.

Sedangkan pada saat kita baru bisa mengendalikan mata tapi belum sepenuhnya. Kita mulai melihat sekeliling, tapi masih belum bisa menggerakkan selain mata, leher saja tidak bisa. Mata kita menangkap gambaran dari keadaan sekitar, kemudian otak yang sadar menganalisisnya dan kira-kira berkata begini pada diri kita "Woi, yang ditangkap mata kamu nyata tuh! bangun-bangun!". Tapi tentu saja kita belum bisa bangun karena tubuh kita masih bersiap, dan karena kita masih belum bisa mengendalikan mata kita sepenuhnya, selama beberapa saat mata kita bisa terpejam. Dan pada saat itu pikiran kita mulai beraksi membangun situasi seperti pada keadaan saat mata benar-benar terpejam. Lalu otak yang tidak memiliki gambaran dari situasi saat itu meminjam gambaran dari situasi saat mata kita terbuka. Hal ini akan menggabungkan perasaan nyata dan khayalan akan ketakutan atau seseorang (atau sesuatu) yang jahat dalam diri kita. Jadi kita berpikir bahwa semua khayalan-khayalan itu adalah nyata.

Lalu teman-teman saya yang katanya akhir-akhir ini sering mengalami eureup-eureup juga mengatakan bahwa mereka mengalami sesak napas saat hal itu terjadi. Mungkin hal ini terjadi karena mereka panik dan terlalu memaksa untuk bisa langsung bangun atau malah memaksa untuk berteriak sekeras mungkin, yang tentu saja belum bisa karena tubuh masih butuh persiapan. Ada juga sebuah teori yang menghubungkannya dengan refleks menyelam, kemampuan mamalia air untuk memperlambat napas dan denyut jantung agar dapat menyelam lebih lama. Diduga dahulu kala manusia pernah memiliki kemampuan ini, dan meski sudah melalui evolusi, sisa-sisanya masih tertinggal dalam kode genetik manusia sekarang.

Hal-hal yang diduga menjadi faktor terjadinya Sleep Paralysis adat eureup-eureup:
  • Jadwal tidur yang tidak teratur atau kurang tidur
  • Peningkatan stres
  • Tidur terlentang
  • Perubahan lingkungan atau gaya hidup yang tiba-tiba
  • Mimpi buruk sebelum terjadinya eureup-eureup

Kalau saya, sepertinya faktor yang paling mempengaruhi adalah jadwal tidur yang tidak teratur atau kurang tidur, peningkatan stres, tidur terlentang, mimpi buruk, dan kalau boleh saya tambahkan, gelapnya tempat yang dipakai untuk tidur.

Sudah bukan rahasia lagi kalau saya hampir setiap hari tidur di atas jam 12 malam dan pekerjaan saya memang benar-benar menumpuk. Tugas sekolah, tugas bersih-bersih di rumah, ditambah tugas saya sebagai seorang kakak, tugas saya sebagai seorang pelajar, tugas saya sebagai seorang desainer, tugas saya sebagai seorang wartawan, sebagai ini, sebagai itu, terus saja terakumulasi dan membuat saya benar-benar stres. Kalau tidur terlentang, tentu banyak orang yang melakukannya. Dan untuk faktor terakhir menurut pengalaman saya, lebih mudah bangun dari eureup-eureup saat tidur di tempat yang terang daripada saat tidur di tempat yang gelap.

Dalam wikipedia, dikatakan bahwa biasanya setiap orang mengalami sleep paralysis atau eureup-eureup satu atau dua kali seumur hidup. Berarti aku luar biasa, karena aku sudah lebih dari 10 kali mengalami hal ini (jadi punya pengalaman yang bisa diceritakan ;)

Menurut Angga (yang kebetulan triknya sama seperti yang saya lakukan), hal yang bisa dilakukan untuk menangani sleep paralysis atau eureup-eureup yaitu:
  1. Jangan ngotot! apalagi berusaha teriak. Karena itu akan sangat melelahkan! Tapi berusahalah menyamankan diri dan menempatkan REM (Rapid Eye Movement, red) kembali ke posisi tidur semula.
  2. Bernapaslah dengan sadar. tarik napas.. keluarkan... Ingat, bayi yang baru lahir pun berteriak menangis untuk bernafas dan mendapatkan suply oksigen yang cukup.
  3. Ini ada cara tambahan / additional , hanya sugesti saya waktu itu. Sambil menjalankan nomor 1 & 2, lepaskan sesuatu yang membatasi ruang gerak dengan perlahan. perlahan tapi pasti. pada salah satu kasus, saya menariknya dengan tangan virtual dari dada dan terlepas di bahu.

Sedikit tips tambahan dari saya:
  1. Beristigfar kepada Allah lalu ucapkan ayat-ayat Al-Quran yang dihapal dalam pikiran, tapi jangan berpikir hal itu dilakukan untuk mengusir jin dan setan. Hal ini malah membuat otak kita berpikir bahwa hal-hal menyeramkan yang kita alami memang benar-brnar nyata.
  2. Coba ubah pandangan kita tentang jin dan setan. Biasanya kita berpikir mereka ada hanya dalam saat-saat tertentu saja, padahal mereka selalu ada dalam setiap sisi kehidupan kita. Jadi intinya begini, "Di saat yang lain saja kita tidak takut, masa sekarang jadi takut, padahal yang dihadapi kan sama saja."
  3. Jangan coba-coba menonton film horor baik yang berjenis hantu maupun yang kekerasan jika kita sedang stres dan atau jadwal tidur kacau dan kita masih belum bisa mengontrol mental kita untuk tidak takut. Jangan pura-pura berani atau memiliki mental yang kuat jika pada kenyataannya tidak. Ini untuk kebaikan sendiri.
  4. Tambahan untuk trik Angga nomor 3, jika saat itu kita kesulitan untuk melakukan hal itu. Coba mulai dari anggota tubuh yang paling sering digunakan selain mata, misalnya jari tangan. Coba gerakkan jari tangan sedikit demi sedikit. Lalu kalau sudah bisa mengontrol jari tangan, teruskan ke pergelangan tangan, terus sampai akhirnya kita dapat menguasai seluruh anggota tubuh kita lagi.

Tapi, sleep paralysis atau eureup-eureup masih tetap menjadi misteri bagi para ilmuan. Mungkin saja ada penjelasan dari segi religi, tapi aku belum mendapatkan penjelasan pasti. (Meskipun yang diatas juga belum tentu pasti :-/)

10 komentar:

  1. hal tersebut pernah saya alami . . . 3 x
    dan mungkin saja hal tersebut akibat makhluk gaib, , , karen sebelum saya mengalaminy saya tuh sompral lah ceuk sundana mah di sbuah tempat yg di anggap anker, , ,dan ternyata benar yang di kata org d daerah tb,.,.,.

    BalasHapus
  2. @AA Ghie: Wah, masa sih? Ya mungkin juga sih, tapi ga tau juga, soalnya aku ga bisa ngeliat makhluk gaib. Jadinya sekarang baru bisa mendapatkan penjelasan dari sains dulu.

    Ya kalo misalnya emang ada gangguan dari dunia gaibnya, ya kita positive thinking aja deh ;)

    BalasHapus
  3. nice info :D
    saya pernah mengalaminya 2 kali saat tidur telentang dan kamar dalam keadaan gelap. Saya kaget tiba" badan udah gak bisa digerakin lagi. Saya pikir saya lumpuh lalu saya coba untuk tidur lagi selama beberapa jam dan ketika bangun badan udah bisa digerakin lagi :D

    BalasHapus
  4. wah, saya sering ini
    gara tidur lewat dari jam tidur
    biasayanya kalo saya tidur di atas jam 2 malam
    dan saya berhasil bangun, ketika tidur lagi
    saya mengalaminya lagi
    bisa sampai 4 kali dalam semalam
    :D

    bener itu tips nya
    saya juga suka menggerakan dari hal yg kecil seperti jari

    *saya pernah terbang dalam pikiran saya ketika eureup2
    hhee

    BalasHapus
  5. berdo'a dulu sblem tidur. trima kasih mampir mbak

    BalasHapus
  6. saya sering mengalami kjadian itu(eureup-eureup)..
    bahkan dulu pernah hampir setiap hari bahkan sekarang pun sering mengalaminya..
    saya masih kurang ngerti apa itu desebabkan oleh hal2 mistis ataukah ilmiah..
    saya sering mncoba mnggerakan organ tubuh saya seperti tangan..saya sudah merasa menggerakan tangan saya tapi saya melihat tanggan saya tidak bergerak sedikitpun..

    BalasHapus
  7. saya sering mengalaminya sejak kakak saya meninggal, badan ga bisa gerak, bukan cuma itu, sy merasakan ada sesuatu yg "maksa" masuk ke tubuh terutama kepala..
    karena sering mengalaminya, sekarang jadi tau klo mau ketindihan ada tanda-tanda yg muncul.

    BalasHapus
  8. saya pernah nih ngalamin yg begini.. skali aja n gak mau ngrasain lagi... bener2 bikin asli panik, takut n hopeless... pikiran juga jadi kemana2 secara lagi tengah malam, kamar gelap n tidur sendiri paling ujung pula kamarnya... langsung aja komatkamit dalam hati (karna gak bisa teriak gitu), untungnya cepet normal lagi n rasanya legaaa bgt... haah, pengalaman tak terlupakan hehehe..
    -- visit http://m.rujakasik.com --

    BalasHapus
  9. saya sering, dah nanya ke orang pintar atanya itu ada jin yang mendekati tapi kondisi kita sedang lemah

    BalasHapus
  10. Itu smua terjadi cuma karna tubuh kita terlalu lelah.. Dan tidur tidak teratur.. Saya juga sering mengalami nya..tetapi sejak saya tidur teratur.. Alhamdulilah saya tidak mengalami nya lagi..intinya jangan panik saat itu terjadi..

    BalasHapus