Cerita Dalam Lomba Desain Grafis DINAMIK5

Sumbernya
Lomba Desain Grafis ini diadakan oleh Kemakom Universitas Pendidikan Indonesia dalam rangka Dies natalis mahasiswa ilmu komputer yang bertema "The Expedition of IT Island". Aku tidak memiliki informasi lebih lanjut.

Awalnya
Dimulai dari Aa Doel yang memberi berita tentang lomba ini (aku berterimakasih, dengan sangat terpaksa). Lalu permintaan yang lebih resmi lagi dari Pak Ade, guru desain grafisku. Yang kemudian memberikan dua pilihan, mengikuti lomba cipta web atau lomba desain grafis.

Ini yang muncul dalam pikiranku saat itu juga.

Lomba Cipta Web:
Harus berbentuk tim, 3-4 orang, tingkat SMA/sederajat. Inot pasti tidak termasuk. Aku tidak ingin bergabung dengan Kiko lebai, juga tidak akan mau bergabung lagi dengan Aa Doel (asal tahu saja, tawaran lomba ini datang setelah proyek MTV staying alive competition yang menyebalkan itu, dimana aku satu grup dengannya dan dia dengan mudahnya memberikan beban fisik dan psikis kepadaku yang berefek sampai 1 bulan lamanya), dan tidak ada manusia lainnya yang bisa diharapkan. Kesimpulan: TIDAK AKAN!

Lomba Desain Grafis:
Sudah cukup lama aku pergi dari dunia Photoshopku untuk pergi menjelajahi pulau Dreamweaver. Aku sangat ingin mengikutinya, tapi ada satu beban, Lomba ini untuk UMUM. Aku menjadi agak pesimis, tapi dari dulu aku sudah berusaha semaksimal mungkin untuk tidak mengecewakan Pak Ade sebagai guruku dan Sekolah sebagai penyandang dana. Kesimpulan: akan aku coba.


Biaya dan Teknis Pembayaran
Untuk mengikuti lomba ini, harus membayar uang pendaftaran sebesar Rp 15.000,00/karya, seperti yang tertulis di sini. Sebenarnya aku merencanakan hanya mengirim 1 karya, tapi Pak Ade memaksa untuk membayar atas 2 karya, aku hanya bisa setuju (karena seluruh biaya ditanggung sekolah).

Di satu hari libur, aku pergi ke BNI di Jalan Hazet. Cuacanya gerah tapi tidak panas, sepertinya akan hujan. Aku memasuki kawasan Jalan Hazet yang ramai dengan berjalan kaki. Terus menelusuri jalan yang ramai dan berharap semuanya akan baik-baik saja. Akhirnya aku menemukan tempat yang aku cari.

Saat aku masuk gedung yang berukuran sedang itu, udara dingin dari AC langsung menerpa wajahku. Seorang satpam memberikanku sebuah nomor tunggu dan aku langsung menuju sebuah tempat dimana aku menulis segala macam tentang transfer uang itu. Nama, alamat, kirim berapa, dan lain-lain. Setelah itu aku menunggu sebentar sampai nomorku dipanggil. Aku mengurus semua hal aneh itu, dan katanya transfer sesama BNI gratis, syukurlah, aku bisa beli mie ayam kalau begitu.

Masa Lowong
Bukan Anni3 namanya kalau tidak 'nyantai'. Selain karena saat itu sedang Ulangan Umum Akhir Semester Ganjil, juga karena aku sedang malas. Yang aku lakukan hanya menulis beberapa tulisan, manipulasi foto, menggambar, dan hal tidak berguna lainnya. Aku pikir membuat karya ini akan cukup mudah, tinggal menunggu ide datang, kemudian wujudkan. Seperti saat olimpiade desain grafis yang terakhir kali aku ikuti.

Hari Penekanan
Sudah sekitar dua minggu dan aku belum juga mendapatkan ide. Ada satu hari dimana aku mulai bertekad untuk mencari ide itu sendiri, tidak lagi menunggu seperti biasa.Sepertinya ide itu tersangkut di salah satu saraf otakku dan aku harus mencarinya sekarang.

Liburan (Penuh) Siksaan
Liburan saat itu benar-benar liburan terburuk yang pernah aku alami seumur hidup. Dimana semua yang aku suka menjadi terlihat menakutkan. Komputer menjadi sesuatu yang ingin secepatnya aku hindari, tapi tentu saja aku tidak bisa karena aku harus segera menyelesaikan karya ini. Jadilah aku penuh keterpaksaan.

Peta Harta Karun Pulau IT
Ini adalah ide yang aku dapatkan setelah lama berpikir dan tertekan. Dalam karya ini aku ingin menampakkan sebuah peta harta karun di pulau IT yang hi-tech dalam sebuah aplikasi aneh (seperti aplikasi komputer) yang menampilkan peta dalam tampilan gabungan satelit dan 3D. Tadinya mau aku tambahkan dengan jendela-jendela image yang terlihat atraktif, tapi aku terlalu malas untuk menambahkan detil.

Sebenarnya yang hebat dari karya ini adalah cerita karangan dibaliknya yang terus tercipta dalam pikiranku tanpa henti hingga membentuk cerita yang bisa menjadi film yang hebat (seandainya ada yang bisa mewujudkannya). Untuk ceritanya, itu rahasia pribadi.

Masuk Sekolah
Masuk sekolah tidak membuatku lebih baik. Rasanya mataku sudah terlalu lelah dengan kerja keras 15 jam/hari di depan komputer saat liburan untuk menyelesaikan karya pertama. Dan di hari berikutnya aku menambahkan detil-detil terakhir.

Karya ke-2
Aku menunjukkan karya hasil kerja kerasku itu kepada Pak Ade. Tapi aku, Pak Ade, atau siapapun yang melihatnya, mungkin akan kecewa dengan karyaku itu. Karena tidak bisa menggambarkan ideku dengan sempurna.

Kemudian Pak Ade menyarankan agar aku membuat karya kedua. Sebenarnya aku sangat ingin menolak, tapi aku tidak tega, jadi aku sanggupi. Tentu saja dalam hati aku mengutuk diri sendiri karena saat itu mataku sudah sangat lelah.

Masa Penundaan
Semua ini membuatku jadi lebih sering tidur di kelas, tentunya dengan trik dan perhitungan yang tepat sehingga aku masih selamat sampai sekarang. Liburan yang seharusnya dipakai untuk istirahat dari sekolah justru aku gunakan untuk menyiksa diriku, yang membuat tubuhku (terutama otak dan mataku) semakin lelah.

Seringkali mataku tidak kuat untuk memperhatikan guru saat belajar di sekolah. Jadi meskipun judulnya tidur, tapi pada dasarnya aku masih memiliki setengah kesadaran, setidaknya untuk mendengarkan dan mendeteksi keadaan sekitar.

Akibat dari semua ini adalah aku jadi selalu menunda pengerjaan "Karya kedua" itu, karena harus menyesuaikan keadaanku yang lemah agar bisa hidup secara normal seperti biasa. Apalagi guru-guru tidak pernah bisa mengerti dan terus memberikan tumpukan tugas.

Makhluk Putih
Karya paling lambat dikumpulkan tanggal 17 Januari, dan sekarang sudah tanggal 16 Januari. Pagi hari Sabtu pada tanggal itu, aku sudah mulai meracau dan menggila. Berusaha mencari ide secepatnya di kelas XI IA 5 yang sepi. Apalagi SMS itu sudah datang kemarin.

DINAMIK5 - Bagi peserta lomba desain grafis diharapkan mengirimkan konfirmasi telah melakukan pembayaran & mengirimkan karyanya. Konfirmasi k no 08**********

Tapi aku sadar bahwa bekerja dalam keadaan tegang seperti itu hanya akan memperburuk karya, jadi aku mulai rileks dan mencari hiburan dengan membuka facebook melalui laptopku dengan koneksi dari Hotspot Wi-fi gratis milik sekolah.

Saat aku memasuki halaman login hotspot Wi-fi, aku melihat penampakan makhluk mirip manusia dengan permukaan putih polos sedang asik bermain laptop. Ini adalah sebuah pemandangan aneh yang membawa pikiranku kepada suatu ide aneh yang pada awalnya tidak aku mengerti maknanya.

Yang ada dalam pikiranku saat itu adalah dunia, kemudian makhluk putih itu, kemudian tangan, kemudian kegelapan istimewa. Aku katakan istimewa karena kegelapan yang ini justru menimbulkan banyak ide, baik yang spektakuler, minimalis, atau malah "liar".

Aku sudah menemukan kegelapan dalan cahaya yang terlalu menyilaukan.

Kabur dari...
Yang aku tahu biasanya hal seperti itu datang terbalik, jadi aku mulai menyusunnya secara terbalik. Dunia, makhluk putih, tangan, gelap. Aku sudah mendapatkan gambarannya, tapi tentang judulnya aku masih bingung.

Pelajaran saat itu, sejarah, basa Sunda, PLH, tidak ada yang aku perhatikan secara serius. Semua perhatianku tercurah hanya untuk menyelesaikan sketsa karya di atas sobekan buku tulis. Dan aku berhasil menyelesaikannya saat program unggulan Desain Grafis.

Pak Ade memberikan kelonggaran kepadaku untuk tidak mengikuti pelajaran HTML-nya agar aku bisa menyelesaikan karya kedua ini. Dan aku tidak melakukan hal lain selain menyelesaikan karyaku. 1,5 jam berlalu dan aku sudah menyelesaikan desain kasarnya dalam Photoshop.

Pelajaran terakhir yaitu matematika tidak aku perhatikan. Aku terlalu sibuk memikirkan lomba ini. Aku sudah membuat rencana jangka pendek.

Bel pulang sekolah berbunyi >> Kabur dari tugas piket >> Kabur dari kumpulan ekstrakurikuler >> Menyelinap ke Labkom >> Menyelesaikan Karya ke-2

"IT" close to us
Rencana jangka pendek itu berhasil aku laksanakan. Aku sudah ada di labkom dan mencoba fokus untuk menyelesaikan karya ini.

2,5 jam berikutnya, karyaku sudah selesai, tinggal diberi tujuan. Aku mengamati gambarku selama 1/4 jam dan menyimpulkan bahwa gambar itu adalah lambang dari manusia yang dekat dengan IT (Information Technology) dan mendekatkan manusia dengan segala hal di dunia. Aku merujuk kepada dunia maya, dimana kita bisa mendapatkan segala sesuatu di dunia dengan mudah (dekat dengan dunia), dan dunia maya sendiri, selalu dekat dengan kita (dekat dengan manusia).

Tapi bagaimana cara menulisnya?

Awalnya aku berpikir untuk menggunakan bahasa Indonesia, tapi rasanya terlalu panjang, lagipula temanya saja sudah berbahasa Inggris. Kemudian aku dengan kemampuan englishku yang kacau balau, mulai membuat sebuah kalimat

IT near with us
and make us near with everything in this world


Tentu saja kalimat ini benar-benar ganjil, tapi aku bingung kepada siapa aku harus bertanya. Sampai aku teringat bahwa Inot cukup pintar dalam english. Akhirnya aku bertanya melalui SMS.

Not, translatin dong ke english
"IT" dekat dengan kita dan membuat kita dekat dengan apapun di dunia.

please cepet bales, butuh bgt.


lalu SMS dibalas.

IT close to us and they make us close to anything in the world

Dan kemudian aku modifikasi sedikit kalimatnya menjadi

"IT" close to us
and make us close to anything in the world


Tak terasa sudah jam 5 sore. Dan aku tinggal mencetak karya-karyaku untuk kemudian dikirim melalui jasa pengiriman (karena aku tidak menggunakan pos).

Aku mulai mencetak karya-karyaku, tapi menyebalkan! karena karya keduaku agak miring saat dicetak dan itu agak mengganggu. Tapi aku malas untuk mencetaknya lagi, jadi langsung aku masukkan ke dalam amplop bersama karya yang lain.

Tadinya aku ingin langsung pergi ke TIKI JNE untuk mengirimkan karyaku, tapi aku sedang mengunduh beberapa file yang cukup penting, jadi aku menunggu beberapa saat sampai semuanya selesai terunduh.

Aku pergi jam setengah enam masih memakai baju seragam sekolah. Tapi sialnya TIKI JNE sudah tutup. Aku mulai khawatir, karena...

Minggu di kota Tasikmalaya
Bagi yang belum tahu bagaimana hari Minggu di kota Tasikmalaya, akan aku jelaskan. Hari Minggu pagi di kota Tasikmalaya selalu tertutup. Sedikit sekali toko atau apapun yang buka pada pagi hari. Kemudian di siang hari beberapa toko baru buka, dan tutup lagi kurang dari jam delapan malam. Bagiku yang pernah tinggal di kota urban, hal ini tentu aneh. Aneh karena justru biasanya pada hari minggu banyak toko yang buka, bahkan ditambah toko tambahan.

Aku pergi ke TIKI JNE pukul 8 pagi, dan banyak toko yang masih tutup, termasuk yang akan aku datangi. Akhirnya aku harus menunggu. Aku bertanya kepada seorang tukang becak di seberang jalan apakah TIKI JNE buka pada hari Minggu. Dan dia menjawab kalau Minggu kadang buka kadang tidak, dan kalau buka juga biasanya jam 11 siang. Tapi dia menambahkan bahwa ada TIKI lain di sekitar sini.

Dia menawarkan becaknya untuk mengantarku, aku tanya harganya, dia jawab, aku tawar, kemudian sepakat, dan pergi.

Ternyata TIKI lain itu tidak terlalu jauh untuk ditempuh dengan berjalan kaki. Seandainya aku tahu sejak awal, aku tidak akan menghabiskan uang untuk naik becak. Tapi itu adalah bagian lain dari pengalaman dan aku berusaha untuk menikmatinya saja.

Sayangnya, TIKI lain ini juga tutup.

Aku tidak tahu lagi harus kemana. Kalau pulang, berarti aku menghabiskan uang (untuk ongkos) dengan sia-sia, tapi disana pun sepertinya percuma. Akhirnya aku mencoba alternatif lain: Telepon panitia lomba dan mengatakan bahwa karyaku akan datang telat.

Tuuuuuut, tuuuuuut, tuuuuuut, halo...
Assalamu'alaikum, Ini panitia lomba dinamik5?
Iya...
Saya ingin mengatakan bahwa karya peserta bernama Anita Kartini tidak bisa datang tepat waktu karena kantor posnya belum buka.
Oooooh.... tidak apa-apa mbak, yang penting karyanya sampai di kami paling lambat tanggal 19.
Oh ya, terimakasih, wassalamu'alaikum
Wa'alaikumsalam.

Coba aku diberitahu dari kemarin.

1 Jam berikutnya aku habiskan untuk jalan-jalan (maksudku, benar-benar jalan menggunakan kaki) dan berikutnya berselancar di dunia maya. Lalu pergi lagi ke TIKI JNE, yang untungnya sudah buka. Aku segera mengisi beberapa form dan aku sudah bisa tenang untuk beberapa saat.

Pessimistic
Aku tidak terlalu berharap dari lomba ini, karena memang ini lomba yang terbuka untuk umum. Di saat-saat ini aku menjalani hariku seperti biasa

Finalis
Siang sepulang sekolah tanggal 21 Januari, sebuah SMS merusak ketenangan hidupku.

SELAMAT anda terpilih menjadi finalis Lomba Desain Grafis Dinamik 5. Diharapkan besok, 22 Januari 2010 mempersiapkan presentasi karyanya di BPU UPI jam 09.30 dan membawa file asli dari setiap karya. Untuk konfirmasi silahkan balas pesan ini sekarang. Terima Kasih.

Tadinya aku tidak percaya, bahkan masih tidak percaya setelah berkali-kali telepon ke beberapa panitia yang berbeda. Tapi jika ini memang benar, maka aku harus cepat-cepat mempersiapkan semuanya.

Aku kembali lagi ke sekolah, kemudian bertemu Pak Ade, membicarakan tentang presentasi itu, pulang dan harap-harap cemas. Aku bingung bagaimana harus memulai, apalagi aku belum tahu karya yang mana yang telah masuk dalam final.

Jam 8 malam, aku mendapatkan jawabannya di sini. Karyaku ada di tempat pertama, Anita Kartini | Tasikmalaya. Ternyata itu karyaku yang berjudul "IT" close to us. Karya 4 jam, karya spontanitas, uh!

Tapi karya-karya lainnya membuatku kembali optimis. Kalau mau tahu kenapa, aku akan memaparkan sedikit kritik dari Dhika dalam Facebook.

itu gambar2 yg lainnya pada jlek.... koq sepertinya smua gambarnya cma d mix n match aj y??? n g punya makna.....
datar... g menarik imajinasi kta lbih jauh... hanya sebatas mata aj.....
klo yg kmu... bsa bawa imajinasi org ke khayalan masing2.... sesuka hati mereka... krn g banyak cingcong n jg bermakna....
yg lain banyak yg GEJE...
gambar kedua temanya harusnya "visit indonesia" atw "kekayaan budaya"... yg ketiga mirip laskar pelangi yg bru lulus kuliah ih atw jg mirip indomie jinggle dare.....
yg ke ke-4 kyk apaan tau.... gerbang menuju dunia digital yg g indah dan membosankan....
g asik, kyk tema hp yg g pnah ad yg make.....
gmbr no9: pulau koneksi mungkin???? lost in konection kykny bgs....
maap y komennya agak pedas..... tp saya rasain sih y itu....

Dan karyaku juga dapat kritik darinya

kurang rame!!!!! itu kyk nano bots.....??? aturan pke efeck2 animasi abstrak yg menyinggung tema kehidupan juga d tambahin ath..... biar tambah rame.. ^_^ heheh (maklum saya suka warna)

(-_-)

Deskripsi
Karena memang tidak diniatkan untuk menang (diniatkan masuk final saja tidak), aku tidak mempersiapkan deskripsi apapun untuk karya ini. Meskipun berusaha, tetap saja aku tidak menemukan apapun dalam otakku yang bisa membantuku saat ini.

Akhirnya aku mengadakan konsultasi pribadi kepada Dhika melalui SMS. Itu adalah saat dimana aku merasa dia cukup menyayangiku sebagai sahabat. :)

Aku juga meminta doa kepada siapapun yang bisa aku temui di dunia nyata maupun di dunia maya agar aku menang.

Dari Travel Menjadi ELF
Tasikmalaya-Bandung tidak sedekat yang terlihat dalam peta. Dari pengalamanku, aku tahu bahwa jalan Tasikmalaya-Bandung penuh belokan, pegunungan, jurang, dan hal lainnya yang mengganggu. Tapi yang paling penting, jauh. Itu membuatku harus datang minimal dari jam 5 pagi agar bisa sampai tepat waktu dengan kendaraan umum.

Aku datang ke sekolah jam 5 subuh, aku pasti murid pertama yang masuk sekolah pada hari itu. Pak Ade sudah menunggu, surat dispensasiku sudah diurus, dan sekarang aku tinggal menunggu. Pak Ade berkata bahwa dia sudah memesan Travel dari Cipaganti yang akan berangkat pukul 5.

Menit berganti menit, matahari mulai menampakkan diri, tapi travel yang kami pesan belum juga datang. Akhirnya Pak Ade memutuskan agar kami naik elf (atau elp mungkin? aku tidak tahu cara menulisnya).

Bagi yang tidak tahu apa itu elf. Ini adalah kendaraan umum murah meriah yang lebih besar dari angkot dan lebih kecil dari minibus. Memuat segala macam fitur yang dimiliki oleh permainan Tornado. Guncangan yang berlebih, sport jantung, mual, pusing, dan berbonus sumpek. Cocok untuk yang ingin naik Tornado tapi memiliki keterbatasan ekonomi. Pak Ade punya julukan khusus untuk elf: Kendaraan Kurang Manusiawi.

Aku melewati 3 jam berikutnya dengan penuh siksaan. Asap rokok, kurang oksigen, bau karet terbakar, dan bau manusia menjadi teman seperjalanku yang kasat mata.

Halo-halo Bandung
Aku sampai juga di Bandung, tepatnya di terminal Cihaem. Dari sini kami (untungnya) naik Taksi karena waktu yang tinggal sedikit.

Bandung sudah terlihat mirip jakarta sekarang, macet dimana-mana. Meskipun judulnya naik taksi, tetap saja bisa terjebak kemacetan.

Tapi pada akhirnya aku bisa sampai juga.

BPU UPI
Aku baru tahu kalau universitas itu memiliki banyak sekali gedung dan fakultas. Saat aku masuk Gedung tempat acara berlangsung, aku melihat kurang lebih seratus orang berlalu lalang di depanku.

Semoga presentasi ini bisa berjalan mudah.

Briefing
Pengarahan singkatnya hanya membahas tentang waktu mulai dan hal-hal kecil lainnya. Kemudian menyerahan file mentah, dan kami mendapatkan waktu 15 menit untuk jalan-jalan sebelum presentasi dimulai.

Meskipun aku pernah berkata bahwa sosialisasi adalah beban bagiku, tapi aku masih bisa bersosialisasi dengan finalis lain tanpa masalah. Ada satu kebohongan kecil dari salah seorang finalis yang agak mengganggu tapi aku biarkan. Aku ingin fokus dengan karyaku sendiri.

Presentasi
Seperti yang telah aku perhitungkan, aku berada di urutan ketiga dalam mempresentasikan karya. Maksudku dengan diperhitungkan adalah aku berusaha untuk dipanggil pada urutan ketiga pada saat menyerahkan file mentah tanpa membuat orang-orang curiga, dan itu berhasil.

Di pembukaan, kami diperkenalkan oleh sang pembawa acara. Dua finalis sebelumnya menggunakan salam yang berbeda. Dan tiba-tiba terngiang sebuah saran dari A Johan yang (kira-kira) mengatakan bahwa berikan kesan mendalam pada pertemuan pertama dengan orang asing.

Ya, intinya aku lakukan itu. Sayang aku tidak punya fotonya, karena aku kesulitan untuk mendeskripsikannya.

Kemudian pada saat giliranku tiba, aku mencoba untuk tidak tegang, meskipun sebenarnya agak deg-degan, tapi aku mencoba untuk percaya diri. Aku menjelaskan sedikit tentang karyaku ini, kemudian beberapa pertanyaan dari juri, yang kemudian aku jawab.

Yang jelas aku agak lega, karena aku cukup banyak dipuji oleh juri.

Then
Di sisa kunjunganku ke Bandung, aku membeli beberapa software dan mencoba ini itu. Kemudian makan ayam cobek, naik angkot, menunggu bis di terminal selama 1 jam, bertemu banyak alumni, dan pulang. Sampai dengan selamat di rumah kurang lebih pukul 10 malam.

Juara Satu
Esoknya, yaitu hari Sabtu, aku melalui hariku seperti biasa.

Yang tidak biasa adalah bahwa pada hari ini aku dinyatakan bahwa aku adalah juara satu lomba desain grafis ini. Tapi hal ini masih merupakan rahasia bagi keluargaku dan teman-temanku kecuali yang PU Desain Grafis karena Pak Ade mengumumkannya di depan mereka.

Upacara Bendera
Upacara bendera di hari Senin masih membosankan seperti biasa. Tapi yang menyenangkan adalah setelahnya, dimana prestasiku diumumkan di hadapan seluruh murid SMA Negeri 2 Tasikmalaya. Bukan hadiahnya yang membuatku sangat senang (meskipun MousePen dan diskon kursus bahasa Inggris itu cukup menyenangkan), tapi rasa bangga karena pada akhirnya aku bisa membuktikan bahwa apa yang aku lakukan, tidur jadwal kalong, telat setelat-telatnya, dan menjadi hantu labkom ternyata ada gunanya.

Kesimpulan
Selalu siapkan karya cadangan.
Tidak selamanya pekerjaan yang terlihat sia-sia memang sia-sia

Saran
Silakan tambahkan saran pada form komentar di bawah.

3 komentar:

  1. anit kereeeen gambarnyaa, ceritanya juga ! :D
    kalo kata aku, kamu mandiri anit yang pas ke BNI sama ke TIKI nya sendiri, hebaat! ga berani aku mah nit haha ;p
    kalo ke bandungnya sama siapa? sama pak ade??

    penasaran yang makhluk putih . dimana?
    terus yang pas perkenalan di depan juri yg memrikan kesan yang mendalam, emng gmna?

    BalasHapus
  2. @detut: Ah biasa aja kali yang pas ke BNI sama ke TIKInya. Yang ngebedain paling kalo orang suka naik motor kalo aku suka pake angkot.

    Mau liat makhluk putih? Coba liat halaman log in hotspot Wi-fi smanda, liat di sebelah kotak username dan passwordnya. Hayo ada apaaaa...?

    Perkenalannya... susah dijelasin. Ntar deh di sekolah...

    BalasHapus
  3. waks pnjg kali postingnny ampe bingung bcanya naik turun naik turun.
    hohohooo.

    anag design juga yak ???
    manteb.,..manteb...
    sharing yuk

    BalasHapus