Sherlock Holmes the Movie, Ehm!


Siapa yang tidak tahu Sherlock Holmes? Detektif hebat ini, yang selalu menjadi detektif kebanggaanku selain Adrian Monk, dia akan ada dalam FILM! Hadir di Natal tahun ini, tapi katanya di Indonesia tanggal 30 Desember (benarkah?).

Resensi (by cinema3satu.blogspot.com)

Sherlock Holmes (Robert Downey, Jr.) adalah seorang penyelidik yang handal. Semua kasus dapat dipecahkan oleh Sherlock bahkan yang paling pelik sekalipun. Sherlock dan sahabatnya, Dr. John Watson (Jude Law) adalah tim yang tak terkalahkan.

Mereka berdua sudah sering kali membantu pihak kepolisian Inggris dalam menyelidiki kasus kejahatan, termasuk saat Sherlock dan Watson berhasil mengungkap kejahatan penyembah setan bernama Lord Blackwood (Mark Strong) dan membawa pria ini ke tiang gantungan. Kekalahan inilah yang tak bisa diterima oleh Lord Blackwood yang pada hari kematiannya bersumpah akan membalas dendamnya pada Sherlock Holmes.

Tidak lama kemudian, sebuah kasus kejahatan kembali mengharuskan Sherlock Holmes dan Dr John Watson turun tangan. Serangkaian tindak kejahatan tersebut dilakukan bukan oleh sembarang orang. Jika Sherlock dan Watson gagal, maka seluruh negeri Inggris yang jadi taruhannya. Dan Sherlock menduga bahwa semua itu ada hubungannya dengan Lord Blackwood yang telah meninggal di tiang gantungan.

Link lain: http://movie.detikhot.com/readresensi/JLeA12146211/2009/12/30/sherlock-holmes-ketika-ilmu-hitam-dilawan-logika

Komentar dariku:

Sherlock Holmes adalah sosok yang luar biasa bagiku. Meskipun dia adalah tokoh fiktif karangan Sir Arthur Conan Doyle, tapi kisah-kisahnya yang rumit dan membuat otak berpikir itu membuatku jatuh cinta pada tokoh ini.

Bagi pencinta novel Sherlock Holmes (sepertiku), sepertinya akan sedikit kecewa dengan film ini, karena dalam film ini (walau cuma melihat trailernya saja) membuat tokoh Holmes menjadi terlihat 'nakal' (aku bingung mau memberi kata apa). Terkadang Holmes malah menjadi orang yang kalau aku bilang konyol. Padahal setahu aku, Holmes tidak sebegitunya. Kalau Watson, mungkin masih bisa aku maklumi. Aku pikir ini bukan salah aktor aktrisnya, tapi yang membuat naskahnya :P

Tapi, bagi pencinta film dan tidak begitu peduli dengan sedkit perbedaan penggambaran Holmes antara yang di novel dan yang di film, film ini pantas ditonton dan dikoleksi. Aku cukup mengerti kenapa film Sherlock Holmes menjadi seperti itu, karena mereka membidik konsumen luas. Tidak mungkin mereka membuat film sama persis seperti novelnya yang cukup rumit (apalagi film ini ditujukan untuk mengisi liburan natal). Orang yang awam tentang Sherlock Holmes pun harus bisa terpuaskan dengan film ini.

Dan, meskipun aku mengkritik, tapi aku juga mengucapkan terima kasih kepada siapapun yang membuat film ini ada. Semoga nanti ada film Sherlock Holmes kedua, yang lebih baik :)

Tapi, aku cemburu dengan tokoh Irene Adler, bisa-bisanya dia suka dengan Holmes. Aku kan suka dia!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar