Catatan Tengah Desember

Ingin aku meluruskan segala kesalahpahaman dalam hidupku, ingin aku memperbaiki persepsi banyak orang akan sesuatu dalam hidupku, ingin aku bertanya, bahkan mungkin bertanya tentang pertanyaan, ingin aku membuka diriku, setidaknya dalam blog ini.

Aku adalah aku.

***


Aku sadar bahwa aku telah berusaha menciptakan keadaan dimana aku terbagi menjadi bagian-bagian yang berbeda, seperti diriku, hatiku, jiwaku, pikiranku. Semua itu aku lakukan untuk menjagaku agar tetap sadar dan terjaga. Jadi keadaan itu bukan seperti itu adanya tetapi lebih seperti keadaan yang diinginkan.

***


Jujur untuk saat ini aku tidak begitu tertarik dengan yang namanya berpacaran. Meski terkadang aku iri dengan mereka yang selalu dijemput setiap pagi dan ditemani ketika sendirian, tapi aku juga bisa melakukannya sendiri. Tidak seperti perempuan manja yang ingin ini ingin itu banyak sekali seperti theme song Doraemon.

Tapi, terkadang dalam beberapa hal aku ingin diberi. Aku ingin diberi kasih sayang, aku ingin diberi kesempatan untuk tidak membantu tanpa membuat orang-orang menjauh, aku ingin tidak menjadi terlalu baik kepada sesama manusia, aku ingin orang lain mengerti arti dari perbedaan, aku ingin diberi contekan yang benar dan teruji seperti jawaban yang telah aku berikan kepada mereka dan bukannya contekan dari banyak perawi yang tidak jelas asal-usulnya.

***


Aku bahkan berpikir bahwa aku terlalu mandiri, sehingga mereka pikir aku tidak akan butuh bantuan. Mungkin benar, aku jarang membutuhkan bantuan, malah mungkin lebih sering memberi bantuan, dan aku sadar bahwa aku dimanfaatkan dan semua itu malah membuatku lebih buruk secara nilai.

Maksudku secara nilai adalah seperti dalam contoh ini: saat ulangan umum, aku banyak mengerjakan soal uraian sampai aku sendiri tidak begitu memperhatikan soal pilihan ganda milikku. Aku memberikan jawabannya kepada mereka, dan mereka memberikanku jawaban pilihan ganda. Tapi yang aku lihat sekarang adalah nilaiku terjun bebas sementara mereka yang aku bantu malah mendapatkan nilai di atas angin. Aku tahu ada yang disembunyikan dariku dan aku sangat marah, tapi di atas semua masalah ini, aku tahu bahwa perbuatanku benar-benar salah, jadi aku tidak bisa menyalahkan siapa-siapa sekarang. Ingin sekali aku tidak memberi, tapi semuanya tetap tidak menjadi baik. Aku menyimpulkan, jalan apapun yang aku pilih, semua itu akan memiliki resiko.

***


Aku ingin bertanya ada apa dengan manusia-manusia perokok itu? Aku sangat ingin mengetuk kepala mereka dan berkata “halo, apakah kalian masih waras?”, tentu saja karena yang mereka kerjakan menurutku bukan pekerjaan orang waras.

Aku benci melihat perokok aktif yang bangga merokok di depan orang lain, di depan umum atau malah di depan media, dan aku jijik melihat perokok pasif yang membiarkan dirinya sakit dengan berdekatan dengan perokok aktif atau malah mendukungnya. Aku berkata seperti itu karena perokok aktif itu—seperti yang aku lihat—kebanyakan justru adalah orang-orang dari kalangan menengah ke bawah. Mencari uang itu kan sulit, dan mereka malah membakarnya bersama rokok yang mereka hisap, padahal aku yakin mereka untuk makan pun sulit, sama sepertiku.

Mereka selalu melontarkan alasan yang berhubungan dengan sosial—tentu saja karena jika melontarkan alasan yang berhubungan dengan sains pasti mereka sudah kalah telak—dan itu membuatku geli sekaligus prihatin. Aku prihatin karena sebenarnya secara tidak langsung mereka telah melukai orang di sekitarnya, bahkan jika mereka yang dilukai itu tidak sadar. Aku adalah seorang yang setuju rokok itu haram, karena merupakan benda adiktif yang jika digunakan bisa mendzalimi orang-orang di sekitarnya. Itu aku katakan karena aku termasuk orang yang terdzalimi karena rokok dan aku tidak akan membiarkan orang yang aku cintai terdzalimi juga.

***


Tidak ada cowok yang aku cintai secara nafsu untuk saat ini, sekarang aku hanya sedang sendiri. Dan tentang orang-orang lurus itu, aku hanya menyukainya saja. Mungkin jika dilihat dari beberapa orang yang pernah aku cintai, Anri, Dhika, Vivan, Kharisma, dan juga beberapa orang lurus seperti Aa Doel dan—dengan berat hati dan keterpaksaan kusebutkan namanya—Dian, tidak ada benang merah yang bisa ditarik dari mereka semua, maksudku tidak ada persamaan yang berarti dari mereka semua kecuali bahwa mereka manusia dan mereka pintar dalam bidangnya masing-masing.

Mungkin hal itu bisa dijadikan petunjuk, aku mendambakan pria yang pintar yang bisa menandingiku bahkan lebih baik. Lalu berhubung aku benci rokok, maka aku juga mendambakan pria yang tidak merokok. Kemudian hal-hal lain sehingga pria yang aku dambakan adalah: seiman, baik dan berhati mulia tanpa ada unsur keluguan (agar tidak mudah ditipu), tampan, pintar dan bisa menandingiku, tidak merokok, kaya, hi-tech (agar tidak membuatku malu), berwawasan luas, puitis, dan tidak aneh-aneh—yang bisa membuatku kerepotan. Mungkin spesifikasinya akan bertambah atau berubah seiring dengan berjalannya waktu.

***


Sejak satu minggu yang lalu aku takut tidur pada malam hari apalagi jika sendirian dan gelap. Karena beberapa kali saat tidur aku merasa tidak sedang tidur dan aku sangat lemah sampai aku tidak bisa bergerak sama sekali, aku merasa mataku terbuka tetapi yang aku lihat hanya kegelapan dengan tekanan yang tinggi dan aku merasa ada sesuatu yang jahat sedang berada di dekatku tapi aku tidak bisa lari. Aku seperti ditahan secara gaib, aku bahkan tidak bisa menangis, tapi mataku seakan tetap bisa melihat. Terkadang datang sebersit cahaya yang menciptakan siluet makhluk menyeramkan tak terdeskripsikan yang berada sangat dekat denganku dan membuatku sangat ketakutan tapi aku tidak tahu dimana posisinya, aku bahkan tidak tahu arahku. Aku sangat ketakutan dan berusaha sekuat tenaga, pikiran, dan hati untuk bergerak tapi tidak sedikit pun tubuhku bergerak. Lalu tiba-tiba terlihat hal-hal menyeramkan yang aku berharap semua itu tidak terjadi, pembunuhan terhadap orang-orang yang aku cintai dan terhadap diriku sendiri, dan aku tetap tidak bisa bergerak sedikitpun, padahal saat itu tatapan mereka seperti bisa melihatku. Aku jadi merasa seperti pembunuh dan aku ketakutan.

Biasanya aku merasa bahwa aku terjebak selama bertahun-tahun tapi saat ada celah di mana aku bisa bangun dari tidur dan melihat jam, aku bahkan belum tidur lebih dari satu jam. Biasanya setelah itu aku tidak bisa tidur sampai jam 3 pagi dan setelah itu aku baru bisa tidur tanpa mimpi apapun. Ini benar-benar membuatku lelah apalagi minggu lalu aku sedang melaksanakan ulangan akhir semester.

Memang aku masih bisa mendapatkan kontrol atas diriku meski hanya tidur sekitar 1-4 jam sehari tetapi aku melihat dalam cermin mataku sangat lelah dengan bayangan hitam mata yang besar dan wajah yang layu.

Terakhir kali aku mendapatkan mimpi buruk itu, aku spontan mengucapkan istigfar dan aku mulai terbangun. Memang aku terbangun, tapi aku tetap tidak bisa bergerak. Aku hanya bisa sekelilingku dan aku yakin ini kamarku meskipun sepertinya ada yang mematikan lampunya. Tapi suansananya sama saja seperti dalam mimpi, hanya beda latar tempat saja. Aku masih merasa ada ‘sesuatu’ dalam tubuhku yang bukan bagian dari diriku, aku mulai berpikir apakah ada jin yang masuk dalam diriku, apakah aku dirasuki, apakah aku pernah mengganggu sesuatu yang sakral, tapi aku tidak berhasil menyambungkan fakta yang ada untuk mendapatkan jawabannya. Aku berusaha untuk bangun, berusaha untuk mendengar apapun yang bisa menyadarkanku tapi tidak ada. Aku berusaha mendengarkan suara detik jam dinding seperti yang biasa aku dengar saat sepi sebelum tidur tapi tidak berhasil. Aku hampir putus asa sampai aku mendengar adik bayiku yang bernama Adara menangis sebentar, yang ternyata bisa mengembalikan kontrol atas tubuhku dan mulai terbangun dan mengucapkan istigfar. Setelah itu aku terbangun dan tidak tidur lagi sampai jam 3 pagi saat ibuku terbangun dan meneruskan proyek jahitannya yang diburu waktu.

Hari-hari selanjutnya aku memutuskan untuk lebih banyak tidur siang untuk mengimbangi hilangnya waktu tidur malamku sambil perlahan-lahan mengobati ketakutanku akan tidur malam, meskipun resikonya aku akan lebih banyak kena marah ibuku karena mengacaukan jadwal tidur.

Setelah aku pikir, mungkin ini efek dari penggunaan Matliviea secara berlebihan. Matliviea di sini adalah sebuah tempat imajiner dalam pikiranku dimana aku membangun semua khayalan yang terlihat lebih riil dan semua itu bisa disimpan untuk digunakan kembali. Dulu aku pernah ingin menghapus Matliviea tapi aku tahu bahwa aku tidak bisa hidup tanpa semua imajinasi itu apalagi aku adalah seorang desainer dalam bidang desain grafis dan photoshoper. Terkadang aku juga menggunakan Matliviea untuk teater. Tapi Matliviea paling sering aku gunakan untuk mewujudkan sesuatu yang aku inginkan dan belum tercapai, untuk membuat kehidupan baru diriku dalam cerita yang baru (itu sebabnya kebanyakan tokoh utama dalam ceritaku berkarakter sepertiku), untuk mengenang seseorang saat rindu, untuk pengusir kesepian, untuk hipotesis sederhana dalam kehidupan sehari-hari, dan untuk bersenang-senang.

Bersenang-senang di sini bisa dalam artian positif atau negatif, dan akhir-akhir ini aku lebih banyak menggunakan Matliviea untuk bersenang-senang dalam arti negatif. Mungkin Allah memberiku peringatan untuk tidak mengkhayalkan sesuatu yang belum layak diterima orang seumurku, mengerti kan maksudku?
Tapi aku juga berpikir mungkinkah ada yang merasukiku dan menggangguku dari alam gaib, atau ini hanya mimpi buruk biasa, wallahualam.

***


Kalau aku ditanya apakah aku kesepian, maka jawabannya adalah ya. Banyak manusia berlalu lalang dalam hidupku tapi aku masih kesepian. Aku merasa kebanyakan dari mereka yang didekatku hanya sekedar memerankan peran mereka atau dengan kata lain berakting bahkan saat mereka tidak sadar. Tapi sudah aku katakan hanya kebanyakan, jadi sebenarnya masih ada yang tidak seperti itu, dan itu bukan alasan kenapa aku kesepian.

Menurutku alasan kenapa aku kesepian adalah karena aku terlalu sibuk untuk bisa bersosialisasi dan aku juga tertutup kepada manusia lain.

Sibuk di sini bukan sibuk seperti artis, tapi sibuk menangani masalah dalam diriku sendiri, contohnya adalah masalah takut tidur malam itu. Kemudian aku juga banyak menangani masalah-masalah yang genting tapi tidak begitu penting bagi orang lain. Menurutmu siapa yang mengerjakan tugas-tugas sekolah yang berhubungan dengan komputer seperti presentasi slide show atau siapa yang mengumpulkan tugas-tugas itu, dan siapa yang peduli. Aku adalah salah satu orang yang menyelesaikan masalah seperti itu dan sering tidak dipedulikan.

Aku tertutup karena aku tidak ingin membebani orang-orang dengan masalah-masalahku yang aku pikir tidak begitu penting tapi sangat membebani. Aku sering iri melihat orang bisa dengan bebasnya menceritakan masalahnya kepada orang lain. Bagiku, bercurhat kepada komputer lebih mudah daripada kepada manusia lain, dan lebih mudah lagi bercurhat kepada Allah.

Selain itu, ada sifat keautisanku yang membuatku memiliki rasa agak benci kepada manusia.

***


Kenapa orang tidak menjawab saat ditanya siapa lawan jenis yang dicintainya dengan nafsu. Tentu saja kalimat tanyanya seperti ini “kamu cinta siapa?”, tapi kita pasti tahu bahwa pertanyaan ini lebih menjurus ke arah itu. Dan kebanyakan malah mengalihkan pembicaraan.

***


Sebenarnya masih banyak lagi, tapi aku lupa.

5 komentar:

  1. mungkin aku bukan pembaca yang bagus buat u...tp aq berusaha memahami arti sebuah kehidupan dalam postingan ini...

    BalasHapus
  2. bagus anit . Dian? temen sekelas? walah anit playgirl HAHA.
    aku belum baca dari "Sejak satu minggu yang lalu aku takut tidur pada malam hari apalagi jika sendirian dan gelap." sampai bawah. takut aaah soalnya ini malem haha takut gak bisa tidur dong gueeh ;p

    BalasHapus
  3. Saya mau acungin 4 jempol untuk blog ini. Tapi bukan untuk postingnya, untuk disainnya yang sangat orisinil. Andai saya punya 1 jempol extra untuk diacungkan.

    come to my blog

    BalasHapus
  4. @joresan: kalau arti dari kehidupan itu tidak bisa ditemukan disini, mungkin kamu bisa mengetahui sudut pandang lain.
    @detut: ahahaha.. iya, udah beberapa hari ini aku tidur abis subuh. tapi tetep bangun mah pagi.. :D
    @emperor: makasih, ya soal posting emang pasti ga begitu bagus soalnya cuma tentang sehari2 yang pasti ga penting..

    BalasHapus
  5. kren aq acungin jempol buat desain ma postingnya

    BalasHapus