Cara Menggunakan Awalan me-

Pembentukan dengan awalan me- memiliki aturan sebagai berikut:
1. tetap, jika huruf pertama kata dasar adalah l, m, n, q, r, atau w. Contoh:
me- + luluh → meluluh
me- + makan → memakan

2. me- → mem-, jika huruf pertama kata dasar adalah b, f, p*, atau v. Contoh:
me- + baca → membaca
me- + pukul → memukul*
me- + vonis → memvonis

3. me- → men-, jika huruf pertama kata dasar adalah c, d, j, atau t*. Contoh:
me- + datang → mendatang,
me- + tiup → meniup*

4. me- → meng-, jika huruf pertama kata dasar adalah huruf vokal, k*, g, h. Contoh: me- + kikis → mengikis*
me- + gotong → menggotong
me- + hias → menghias

5. me- → menge-, jika kata dasar hanya memiliki satu huruf vokal. Contoh:
me- + bom → mengebom
me- + tik → mengetik
me- + klik → mengeklik

6. me- → meny-, jika huruf pertama adalah s*. Contoh:
me- + sapu → menyapu*.

Sifat-sifat khusus imbuhan dengan huruf awal k, p, s, t
Huruf dengan k, p, s, t memiliki sifat-sifat khusus:
1. Dilebur jika huruf kedua kata dasar adalah huruf vokal. Contoh:
me- + tipu → menipu
me- + sapu → menyapu
me- + kira → mengira

2. Tidak dilebur jika huruf kedua kata dasar adalah huruf konsonan. Contoh:
me- + klarifikasi → mengklarifikasi

3. Tidak dilebur jika kata dasar merupakan kata asing yang belum diserap secara sempurna. Contoh:
me- + konversi → mengkonversi.

6 komentar:

  1. waduuuuhhh,,, pelajarannya... mengingat masa2 SD dulu.... (nostalgia)

    Bahasa Indonesia,,


    www.asalbikin.com

    BalasHapus
  2. Jadi teringat dengan masa sekolah

    BalasHapus
  3. payah... banyak belajar lagi ya de'...

    BalasHapus
  4. yeeyy!! makasi...sgt membantu!!!

    BalasHapus
  5. terima kasih ya untuk tulisan ini

    BalasHapus